Wisata Tetap Buka, Pemkab Blitar Wajibkan Wisatawan dari Luar Daerah Lolos Rapid Test Antigen

Kepala Dinas Parbudpora Kabupaten Blitar Suhendro Winarso (Foto: Tim Kreatif Parbudpora Kabupaten Blitar)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar tetap membuka destinasi wisata selama libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Kebijakan ini diikuti dengan pemberlakuan persyaratan hasil Rapid Tes antigen bagi wisatawan luar daerah yang berkunjung ke Kabupaten Blitar selama libur Natal dan tahun baru.

Kebijakan tersebut sesuai dengan Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 Nasional No. 03 Tahun 2020 yang di dalamnya terdapat ketentuan pada seluruh warga Indonesia yang melakukan perjalanan luar daerah termasuk di Blitar itu diwajibkan membawa surat keterangan sehat yang dilampiri hasil rapid test antigen non-reaktif.

Aturan tersebut juga diperkuat dengan Surat Edaran Bupati Blitar No. 360/908/409.208.1 Tahun 2020 tentang Tindak Lanjut Antisipasi Penyebaran Covid-19 pada Libur Natal dan Tahun Baru 2021 di tempat wisata.

“Jadi kebijakan Pemkab Blitar terkait pembukaan tempat wisata tentu dengan banyak pertimbangan dan dasar aturan petunjuk dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi. Atas dasar itu dan perkembangan situasi maka destinasi di Blitar tetap dibuka dengan kuota 50 persen kapasitas normal,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Blitar Suhendro Selasa (29/12/2020).

Dia menambahkan, dalam Surat Edaran tersebut juga disebutkan, tidak menerima pengunjung wisata yang bukan penduduk Kabupaten Blitar atau ber-KTP Kabupaten Blitar sejak tanggal 1 sampai dengan 4 Januari 202, dikecualikan bagi wisatawan yang bisa menunjukkan surat keterangan sehat bebas Covid-19 dari instansi yang berwenang dan dilampiri bukti hasil rapid test antigen non reaktif.

“Jadi instruksi Mendagri tersebut kita ditindaklanjuti melalui Surat Edaran Bupati bahwa pengunjung dari luar Kabupaten Blitar kami mengingatkan untuk senantiasa menerapkan protokol kesehatan dan wajib membawa surat rapid test antigen yang hasilnya non-reaktif,” jelasnya.

Kebijakan ini diambil dengan pertimbangan, pengelola tempat wisata di Kabupaten Blitar sejak awal telah berkomitmen untuk menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Hal ini guna mendorong roda perekonomian dari sektor pariwisata di masa pandemi Covid-19 juga tetap harus berjalan.

Oleh karena itu, Suhendro menghimbau semua warga masyarakat terutama yang ingin berkunjung ke tempat wisata, tetap mematuhi aturan protokol kesehatan. Dia berharap, wisata di Kabupaten Blitar bisa menjadi percontohan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat guna mengurangi potensi penyebaran virus Covid-19.

“Mari kita jadikan destinasi wisata di Kabupaten Blitar sebagai tempat percontohan edukasi berperilaku hidup sehat dengan menerapkan protokol kesehatan, memakai masker, menjaga jarak dan sering mencuci tangan. Sehingga dengan dibukanya destinasi di liburan akhir tahun ini membawa berkah bagai semuanya. Harapannya, tidak terjadi penambahan cluster Covid-19 di tempat wisata dan kita berdoa untuk semuanya semoga pandemi ini segera berlalu dan semua sektor segera bangkit,” tuntasnya.

Follow by Email
Facebook
Twitter